Day 8: The Power of Music
Musik?
Saya tipikal yang susah menghapal lirik lagu, kalau meniru menyanyi pun nada ke mana, suara ke mana. Saya sama sekali tidak pandai bernyanyi, bahkan selevel kamar mandi pun saya adalah penyanyi yang gagal. Jadi, cerita saya soal musik yang paling ajaib adalah tentang kawan yang pernah menyarankan untuk menonton film Into the wild.
Yap, Si Adipras ini sebenarnya adalah tipikal saya. Dia seorang yang ngotot jika punya mimpi. Seorang yang sulit dipengaruhi. Gayanya santai. Bahkan, santai luar biasa. Sampai membuat saya bertanya-tanya bisa ya, ada orang sesantai itu usai gagal berkali-kali menjadi profesi yang diincarnya? Dulu, saya kira dia bakal keturutan jadi polisi, karena saya melihat tekad dalam bawaan sikap santainya saat dia bilang akan mencoba mendaftar polisi kembali.
Selang beberapa bulan tidak berkabar, dia malah rekaman lagu. Emm, kisaran tiga tahun lalu dengan band indinya Oddwain dia mengunggah video musik pertamanya berjudul Unseen bisa dicek sekaligus menontonya di kanal youtube Oddwain, ya jika penasran. Saya pernah bertanya, “Kenapa sih, kalau bermusik buat dapet uang kok ga mencoba bernyanyi ala Fiersa Besari— bahasa anak muda dan bucin?”
Saya suka lagu mereka, tapi lagu dengan bahasa asing kalau dinyanyikan anak negeri lebih banyak tidak mendapat sambutan yang antusias. Dan, dia cuma menjawab kalau dia suka bernyanyi dan menciptakan lagu yang tersirat bukan tersurat. Dia suka fall dalam bahasa asing itu sebab banyak memiliki banyak makna dan maksud. Sedang, jatuh dalam bahasa kita selalu gampang ditafsirkan. Dia sepertiya benci jika pendengar tahu maksud akan lagu yang diciptakannya. Sampai suatu ketika di tahun 2018, karena alasan macam itu terlontar dari mulutnya, saya terinspirasi buat menulis cerpen yang akhirnya saya kirimkan dalam lomba cerpen online. Tak disangka, tanpa diduga pula cerpen saya berjudul Oddwain, Besi Karatan, dan Sepetak Kenangan menjadi juara satu. Sebuah cerita singkat tentang sosoknya di mata saya. Musik yang dia unggah bersama kawan sepermainannya di Oddwain yang tidak mendaptkan banyak viewer dan like membuat saya diam-diam suka sekali memutar ulang lagunya setiap hendak tidur. Saya pun menyadari bahwa mimpi yang besar hadir diawali dengan penuh luka dan kecewa. Hal yang juga membuat saya bisa menulis cerita pendek yang baik berkat cerita Adi akan pemikirannya, kemauannya, dan hobinya.
Namun, tanpa pernah menyerah di tahun 2019 Oddwain banyak mendapatkan respon dan berita yang positif mulai masuk di dalam berita online semacam Line Today, Vojo Music, Srawung Media, Majazine, dan Hookspace. Lagu-lagunya dari EP La Cosa Nostra juga sudah bisa dinikmati di Spotify. Pencapaian luar biasa bagi saya. Saya masih akan dan tetap mendukungnya. Semoga kalian yang membaca sedikit soal Oddwain yang para pemerannya bisa mempengaruhi tulisan cerita pendek saya hingga memenangkan kompetisi, juga sudi mencari tahu tentang Oddwain, lalu bersedia mendengarkan lagu-lagu mereka. Musik yang menghantarkan saya tidur dan juga sempat mengantarkan tulisan saya bisa ada di sebuah buku dan bisa dibaca oleh banyak orang.
Komentar
Posting Komentar