Day 4: Places You Want to Visit
Aneh! Ya, pasti saya akan dibilang manusia aneh sebab di usia setua ini, saya masih menggilai sebuah anime. Sampai-sampai di angan, nanti kalau punya anak bakalan dikasih nama yang ada unsur Aoyama Gosho-nya. Supaya nanti bisa sejenius dia. Sampai hari ini hal itu masih tersisa dan tersimpan rapi dalam otak saya.
Karya terbaik seorang Aoyama membuat Jepang menjadi satunya negara yang diam-diam telah mendiami benak saya untuk kelak bisa dikunjungi. Sebenarnya, itu cuma kemustahilan yang terus-menerus saya pelihara. Yang pasti untuk ke sana butuh uang saku yang besar. Jadi, biarkan saya menceritakan bukan perihal dari mana uang melancong itu akan saya dapatkan, tetapi kenapa harus Jepang? Kenapa harus Tottori? Kenapa mesti daerah terpencil itu?
Sebetulnya, saya tidak pernah tau dengan daerah yang berjarak sekitar 600 km lebih dari Tokyo itu seperti apa. Sebab dari jaman sekolah, kita pasti cuma tau Jepang dengan Tokyo, Osaka, Hiroshima, dan Nagasaki-nya. Yang jelas, karena anime Detective Conan menyelamatkan masa kecil saya dengan sangat baik, mempengaruhi cara berpikir dan minat menjadi seorang baik dengan tontonan dan plot twist yang baik pula, makanya hasrat pada kota Hokueichou prefektur Tottori hadir dalam tempurung kepala saya untuk mengunjungi museum Detective Conan itu. Saya kira, saya akan menemukan kenangan terbaik masa kecil saat melihat patung dan banyak hal yang relate dengan anime paling saya gilai itu. Juga latar belakang kota seperti apa yang bisa melahirkan sosok jenius seperti Aoyama. Barangkali, kota kelahiranku memiliki kemiripan dengan suasana kelahiran Aoyama?
Sifat kekanakan yang mustahil hilang dalam diri saya ialah kehaluan jikalau bisa bertemu dengan idola. Mengunjungi tempat kelahiran dan rumahnya. Lalu, mengobrol banyak hal. Mungkin, salah satunya saya bisa bertanya cara menjadi jenius dan punya karya yang hebat itu seperti apa? Yang jelas jawaban yang didengar langsung dari mulut idola akan sangat berbeda efeknya dibanding membaca melalui during di web mengenai tutorial menjadi orang hebat. Sebelum akhirnya meminta swafoto dan tanda tangannya.
Sebuah kehaluan yang memalukan jika didengarkan orang lain. Tapi, sebuah keharusan untuk berhalu jika itu bisa menyelamatkan saya dari penat dan rutinitas yang sering kali hasilnya lari jauh dari ekspektasi.
Bagi saya anime Detective Conan adalah serial terbaik yang menemani masa kecil saya. Kejeniusan seorang Conan Edogawa mendorong masa kecil saya untuk menjadi siswi SD yang bisa juara kelas. Dulu, kalau bisa juara kelas rasanya sudah sejenius Conan. Semudah itu saya menemukan penyemangat, jika saya adalah seorang yang berguna dan berharga seperti Shinichi Kudo sekali pun telah menjelma jadi sosok anak SD yang kadang hanya dipandang kekanakan.
Komentar
Posting Komentar