Day 1: Describe Your Personality
Lahir dan besar di Malang semenjak 28 tahun silam dengan nama lahir Deny Ayuk Nuramaliya, yang entah karena apa guru SD menambahkan huruf k di belakang nama Deny. Mungkin beliau ingin menyelamatkan saya dari unsur “dikira cowok”. Hingga hari ini nama itu menjadi identitas resmi saya. Meski, beberapa kali masih saja dianggap seorang dari kaum adam oleh beberapa ojek online.
Usai berakhir menjadi seorang mahasisa sebab gagal masuk perguruan tinggi karena kurang pintar, kurang berduit, dan tidak beruntung, saya sempat bekerja di sebuah toko grosir asesoris di kota Malang. Sebelum pada akhirnya di tahun 2012 memilih melarikan diri ke Labuan Bajo selama hampir dua tahun— hal yang paling mempengaruhi karakter saya— dari yang dulu sewaktu sekolah sering dianggap pendiam oleh teman-teman, tiba-tiba menjadi seorang yang bisa bicara banyak. Yah, meskipun bicaranya masih sebatas debat kusir ala anak ngeyel dan ngototan. Saya pun tak pernah bisa mendeskripsikan diri saya sebagai seorang yang seperti apa, meski banyak yang bilang saya sudah bukan seorang introvert seperti jaman sekolah dahulu. Sebab menurut saya, yang berhak menilai pribadi dan karakter kita adalah semua orang, dan yang tahu pribadi dan karakter kita adalah orang yang mengenal kita dengan baik.
Namun, suatu ketika di bulan April yang lalu, saya menemukan sebuah situs tes kepribadian Anthony Kusuma. Saya iseng mengikuti tes tersebut, saya kira jadi lebih kenal diri sendiri itu perlu. Dan hasilnya saya seorang Introverted Sensing Feeling Perceiving (ISFP) yaitu penggemar dan teman yang baik; walaupun terkadang mereka sulit berhubungan dengan orang lain. Mereka spontan, menyenangkan dan senang berhubungan langsung dengan alam. Si Penggubah ini juga senang mengurung diri dan menikmati kesendiriannya. Mereka sensitif terhadap penderitaan orang lain. Ada sekitar 9-10% ISFP di dunia ini. Salah satu contohnya adalah Wolfgang Amadeus Mozart.
Itu jika menurut metode Myers-Briggs Type Indicator (MBTI), jika berdasar tes psikologi kepribadian DISC— penilaian perilaku berdasarkan teori DISC dari psikolog William Moulton Marston, yang berpusat pada 4 sifat perilaku yang berbeda, yaitu Dominance, Influence, Steadiness, dan Compliance— yang juga saya lakukan melalui tes online, saya adalah seorang Compliance. Seorang yang memiliki perspektif yang baik. Emosi yang stabil. Meneliti semua aktivitas. Mampu memahami situasi. Mengumpulan, mengkritisi dan menguji informasi.
Dan bagi saya kedua tes online itu sungguh membuat saya berkata, “oh iya benar”. Saya memang merasa seperti apa yang disimpulkan hasil tes tersebut. Namun, kekurangannya adalah saya kurang bisa membedakan batasan yang jelas antara tindakan dan hubungan. Sering merasa terikat dengan prosedur dan metode. Terlalu memikirkan detil. Dan saya tipikal tidak mengungkapkan perasaan secara verbal. Tidak mau berdebat dan menyimpan sendiri perasaan.
Ketakutan terbesar saya adalah kritik. Dan, saya berusaha memakan pelan-pelan rasa takut itu dengan menimpali perkataan orang lain yang mengandung kalimat atau bahasa yang enggan diterima telinga saya dengan cengiran, atau diam. Saya sedang di fase itu.
Oh, iya, jika kamu seorang ESFJ atau ENFJ sepertinya kita bisa menjadi patner yang baik. Patner membangun rumah tangga barangkali, hehehe.
Komentar
Posting Komentar